Selebaran Apartment

Sumber : asset.kompas.com

Hidup di apartemen dan rumah susun tidaklah sama dengan hidup di desa atau di tempat pemukiman pada umumnya. Apartemen biasanya banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, dan Bandung. Ataupun wilayah-wilayah di sekitar kota-kota besar. Nuansa hidup di apartemen bagi beberapa orang lebih terasa individualis daripada di desa, walaupun di beberapa tempat banyak penghuni apartemen yang akrab saling bertegur sapa.

Permasalahan di Apartemen dan Rumah Susun

Jumlah orang yang banyak, dan tinggal bersama dalam satu bangunan, membuat sebuah gaya interaksi yang berbeda daripada dengan tinggal di lingkungan perumahan, cluster, atau pedesaan. Saat ada informasi ataupun pengumuman biasanya akan disebarkan menggunakan selebaran-selebaran kertas yang jelas ini akan menguras banyak biaya, waktu, dan tenaga. Bayangkan jika harus memberikan selebaran-selebaran kertas kecil-kecil ke seluruh penghuni apartemen, jika ada 25 lantai saja, dan setiap lantai ada 10 ruang, sudah bisa dibayangkan butuh berapa lama dan berapa biaya untuk menyebarkan seluruh selebaran ke setiap rumah.

Para penghuni apartemen juga sering merasa kesulitan untuk dapat melaporkan, memberi saran, atau menyampaikan keluhan ke pengelola apartemen. Karena biasanya mereka berangkat kerja saat pagi hari, dan pulang kerja di sore hari kadang di malam hari. Di beberapa tempat, pemilik apartemen biasanya stay di ruang kerja pada jam kerja, sehingga hal ini sangat sulit menentukan waktu untuk menemui pemilik apartemen kecuali dengan ijin atau menunggu saat hari libur. Komunikasi ini sangatlah kurang efektif dan memakan banyak waktu untuk jumlah penduduk yang sangat banyak dalam sebuah bangunan.

Selain menyediakan tempat hunian, apartemen juga menyediakan slot untuk berjualan / usaha kecil bagi para penghuni apartemen, seperti halnya jualan gas, jualan gallon air mineral, rokok, snack, makanan serta kebutuhan sehari-hari. Para penjual ini pun juga menggunakan selebaran untuk mempromosikan dagangan mereka.

Apakah ini bisa lebih efektif untuk Apartemen dan Rumah Susun ?

Tentu saja, di era modern ini yang merupakan era digital, semua hal dipermudah menggunakan teknologi. Kita bisa saja memanfaatkan smartphone untuk mengurangi biaya penggunaan kertas, mengurangi waktu dan tenaga untuk menghubungi konsumen

Bagaimana Caranya ?

Saat ini telah tersedia beberapa aplikasi yang membantu untuk komunikasi sebuah kelompok masyarakat, seperti sosial media WhatsApp, Facebook, atau lainnya. Akan tetapi yang paling efektif adalah aplikasi “Kentongan“. Aplikasi Kentongan dirancang khusus untuk menjadi sosial media khusus dalam lingkup kecil, yang sangat cocok digunakan apartemen. Aplikasi ini tersedia di Android dan iOS.

Cara menggunakan Aplikasi Kentongan adalah sebagai berikut :

  1. Ketua lingkungan / pemilik apartemen serta seluruh kepala keluarga penghuni apartement mendownload aplikasi Kentongan (Gratis) dari Google Play Store atau AppStore.
  2. Undang masing-masing kepala keluarga penghuni apartemen melalui nomor HP (Gratis).
  3. Warga akan mendapatkan sms informasi login masuk ke Aplikasi Kentongan.
  4. Ketua lingkungan / pemilik apartement dapat dengan mudah menyebarkan informasi dan pengumuman, serta informasi tanda bahaya ke seluruh penghuni apartemen.
  5. Bagi para penjual juga dapat menawarkan barang dagangan melalui aplikasi Kentongan ini.

Majukan lingkungan apartemen Anda dengan teknologi. Hemat kertas, hemat waktu, dan hemat tenaga.

 

Informasi terkait:

  • Tidak ada informasi terkait