kentongan1-1

Sumber : Museum Telekomunikasi

Semakin berkembangnya zaman menuju era modern, kearifan lokal menjadi sebuah hal yang sulit dipertahankan. Baik itu berupa benda, kegiatan, ataupun kebudayaan yang pada awalnya dijunjung tinggi oleh setiap orang, kini menjadi sebuah hal yang sangat mahal untuk ditemui. Keadaan yang sangat memprihatinkan bagi orang-orang yang mau peduli.

Misalnya tari tradisional, kesenian wayang, ataupun alat musik tradisional yang masing-masing daerah mempunyai khas masing-masing. Kini terlihat sangat sedikit minat dari generasi muda untuk meneruskan kearifan lokal tersebut. Maka dibangunlah sekolah-sekolah dalang cilik, sinden cilik, ataupun sekolah-sekolah kesenian lain untuk tetap menumbuhkan kesadaran kearifan lokal.

Dunia teknologi memang memangsa segalanya, apapun yang kurang modern akan dicaplok dan dilindas hingga tak bersisa. Sopan santun dan sikap saat berbicara dengan orang tua, kini mulai tergeser karena untuk berbicara dengan orang tua memang tidak harus dengan bertatap muka.

Menjaga Kearifan Lokal di Era Modern

Sudah sepantasnya tugas kita untuk menjaga budaya asli darimana kita berasal. Bukan karena berfikir kolot ataupun tidak mau maju, akan tetapi budaya leluhur ini perlu untuk diperjuangkan, karena merupakan harta warisan yang tak ternilai harganya.

Kentongan TradisionalSaat ini, nama Kentongan bahkan sudah banyak tidak diketahui oleh anak-anak kecil di kota-kota pusat keramaian ibu kota. Seperti halnya anak-anak di Jakarta, banyak yang tidak tau apa itu kentongan, dan apa fungsinya. Karena mungkin mereka belum pernah melihat sama sekali apa itu yang dinamakan alat komunikasi kentongan.

Untuk itu kami mencoba melakukan transformasi kentongan ke era modern, dengan mengembangkan aplikasi jejaring sosial untuk berkomunikasi warga dalam sebuah lingkungan dengan nama Kentongan, diharapkan para generasi muda tetap mengenal kata Kentongan, dan bertanya mengapa dinamakan Kentongan.

Kentongan tradisional yang dibunyikan dengan cara dipukul masih dapat ditemui baik berupa gambar  di internet maupun wujud fisik aslinya di beberapa tempat. Memang di era modern ini kentongan tradisional hampir tidak pernah dipakai, tetapi kita arahkan ke Kentongan Digital yang mana hal ini akan menimbulkan rasa ingin tahu terhadap apa itu kentongan dalam bentuk tradisional.

Mari kita selalu menjaga kearifan lokal yang ada di sekitar tempat kita tinggal, dengan tetap membuat generasi muda penasaran dan ingin tahu, sehingga muncul rasa haus akan ilmu tentang kearifan dan budaya lokal penginggalan nenek moyang kita.

 

Informasi terkait: