rusunawa_dabag-01

Sumber Foto : Kentongan

Rumah susun banyak dijumpai di kota-kota besar. Rumah susun adalah versi low end dari apartemen dan diperuntukkan bagi masyarakat menengah kebawah. Kehidupan warga di rumah susun sangat beragam, akan tetapi lebih cenderung kepada kehidupan sosial masyarakat kota. Sebagian besar warga penghuni rumah susun adalah karyawan kantor, yang mana pergi bekerja di pagi hari dan pulang di sore atau malam hari.

Hal seperti ini menyebabkan keakraban antar warga rumah susun dengan pengelola berlangsung kurang intens, yang tak jarang hal ini menjadi sumber permasalahan. Beberapa permasalahan sederhana tetapi perlu penanganan segera seperti hal berikut.

Banyaknya biaya ketika ada pengumuman

Pengumuman di rumah susun Pulo Gebang

Pengumuman di rumah susun Pulo Gebang

Untuk mengumuman sebuah informasi atau pemberitahuan, pengelola rumah susun biasanya menempelkan pengumuman di papan pengumuman, di pintu masuk. Tetapi hal ini menjadi kurang “notif” atau kurang tersampaikan bagi para warga yang tidak selalu mengecek papan pengumuman, dan memang tidak semua warga dapat melihat papan pengumuman dalam waktu yang cepat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pengelola rumah susun membuat selebaran-selebaran yang dimasukkan ke setiap kamar penghuni rumah susun. Bisa dibayangkan apabila memiliki 300 kamar, 3 blok dengan 5 lantai. Berapa uang yang dihabiskan untuk pencetakan, tenaga yang digunakan untuk membagikan, dan waktu yang dihabiskan untuk berkeliling.

Perlu cara yang lebih mudah untuk menyampaikan pengumuman informasi ini. Dengan memanfaatkan teknologi. Beberapa tempat menggunakan WhatsApp Group, BBM Group atau facebook, akan tetapi dikarenakan obrolan WhatsApp yang terlalu umum, menjadi kurang terkendali. Kebanyakan orang akan menonaktifkan notifikasi pemberitahuan, dan yapss. Informasi dari pengurus tidak akan tersampaikan 100%.

Informasi terkait: